Studi Kasus SEO Grammarly: Cara Mendapatkan Traffic dari Pencarian Google
Studi kasus SEO Grammarly mengungkap bagaimana keyword non-branded, alat gratis, dan konten edukatif membantu brand menjangkau jutaan pengguna melalui pencarian Google. Pelajari strategi di balik traffic organik Grammarly dan bagaimana pendekatan serupa dapat diterapkan untuk mengembangkan visibilitas website bisnis.
Ketika Orang Mencari Solusi, Bukan Nama Brand
Bayangkan kamu sedang menulis email penting untuk klien. Isi pesannya sudah selesai, tetapi kamu masih ragu apakah grammar dan pilihan katanya terdengar profesional. Kamu lalu membuka Google dan mengetik grammar checker.
Kamu tidak sedang mencari Grammarly. Kamu hanya ingin memastikan tulisanmu sudah tepat. Namun, pencarian sederhana itu bisa menjadi awal perkenalan dengan sebuah produk yang mampu membantu menyelesaikan masalahmu.
Di situlah salah satu kekuatan strategi SEO Grammarly terlihat. Website-nya tidak hanya bergantung pada orang yang sudah mengenal nama Grammarly, tetapi juga menjangkau pengguna yang mencari fungsi tertentu, seperti pemeriksa tata bahasa, pemeriksa plagiarisme, atau alat bantu tanda baca.
Pola ini penting bagi bisnis apa pun. Calon pelanggan bisa saja belum mengetahui nama perusahaan yang menyediakan solusi untuk mereka. Mereka mungkin memulai dengan mencari jawaban, membandingkan pilihan, atau mencoba alat yang membantu pekerjaan mereka. Website yang hadir pada momen tersebut punya kesempatan untuk menjadi bagian dari perjalanan mereka.
Seberapa Besar Traffic Organik Grammarly?
Analisis Ahrefs yang diterbitkan pada 10 Februari 2023 memperkirakan Grammarly memperoleh sekitar 22,2 juta kunjungan pencarian organik per bulan dari 2.468 halaman yang dianalisis. Ahrefs juga memperkirakan nilai traffic tersebut setara dengan biaya iklan Google sekitar US$5,1 juta per bulan jika kunjungan yang sama harus diperoleh melalui iklan.
Angka US$5,1 juta itu bukan pengeluaran iklan aktual Grammarly, melainkan estimasi nilai traffic berdasarkan biaya iklan untuk kata kunci terkait. Demikian pula, angka kunjungan organik tersebut merupakan estimasi pihak ketiga, bukan data analitik internal Grammarly dan bukan gambaran traffic terkini.
| Temuan Ahrefs | Estimasi | Gambaran yang Diberikan |
|---|---|---|
| Total traffic pencarian organik | 22,2 juta kunjungan per bulan | Website menjangkau pengguna dalam skala besar melalui pencarian. |
| Traffic dari homepage | 29,7% | Homepage tetap menjadi salah satu pintu masuk penting, terutama untuk pencarian brand. |
| Traffic dari tujuh free tools | 13,5% | Alat gratis turut menyumbang traffic yang signifikan. |
| Traffic free tools dari keyword non-branded | 77,4% | Pengguna bisa menemukan alat Grammarly tanpa harus mencari nama Grammarly. |
| Traffic dari 11,2% halaman yang dianalisis | 90,7% | Sebagian besar traffic terkonsentrasi pada sebagian kecil halaman. |
Data tersebut menunjukkan bahwa traffic organik tidak selalu tersebar merata di seluruh website. Ada halaman yang berperan jauh lebih besar dalam mendatangkan pengunjung, dan halaman alat gratis menjadi salah satu bagian yang menarik untuk diperhatikan.
Sumber: Ahrefs — Grammarly's SEO Strategy: 11 Interesting Insights.
Keyword Non-Branded Membuka Jalan bagi Pengguna Baru
Keyword non-branded adalah pencarian yang tidak menyebut nama merek tertentu. Seseorang yang mengetik grammar checker sedang mencari fungsi, bukan perusahaan. Begitu juga orang yang mencari plagiarism checker atau punctuation checker.
Dalam analisis Ahrefs tersebut, sekitar 77,4% estimasi traffic ke tujuh free tools Grammarly berasal dari keyword non-branded. Temuan ini memperlihatkan bagaimana halaman yang menjawab kebutuhan spesifik dapat membantu sebuah brand ditemukan oleh orang yang sebelumnya belum mengenalnya.
Pendekatan serupa dapat diterapkan di industri lain. Orang yang membutuhkan software akuntansi mungkin lebih dulu mencari cara mengelola laporan keuangan. Calon pelanggan jasa SEO mungkin mencari cara meningkatkan traffic website atau memperbaiki halaman layanan. Mereka belum tentu langsung mencari nama penyedia solusi.
Karena itu, peluang SEO tidak hanya berada pada keyword yang menyebut nama bisnis. Ada pula pencarian yang muncul dari masalah sehari-hari calon pelanggan. Ketika sebuah website mampu menjawab kebutuhan itu dengan tepat, brand memiliki kesempatan untuk masuk ke dalam pertimbangan mereka.
Alat Gratis yang Memberi Pengalaman Langsung
Grammarly tidak hanya mengandalkan artikel blog untuk menjangkau pengguna. Halaman alat gratis, seperti grammar checker dan plagiarism checker, memberi pengunjung kesempatan untuk mencoba fungsi produk secara langsung.
Perbedaannya terasa jelas. Artikel dapat menjelaskan cara memperbaiki tulisan, sementara alat pemeriksa memungkinkan pengguna memasukkan teks dan melihat hasilnya. Pengunjung tidak hanya membaca tentang manfaat produk, tetapi juga merasakan manfaatnya sendiri.
Pengalaman seperti itu dapat menjadi awal hubungan yang lebih jauh dengan sebuah produk. Meski begitu, traffic yang tinggi tidak otomatis berubah menjadi pendaftaran atau pelanggan berbayar. Hasilnya tetap bergantung pada kualitas pengalaman, kebutuhan pengguna, dan relevansi produk dengan masalah yang ingin mereka selesaikan.
Tidak semua bisnis perlu membangun alat gratis seperti Grammarly. Bagi agensi marketing, audit awal website atau checklist SEO mungkin sudah cukup membantu. Bisnis properti dapat menyediakan kalkulator cicilan, sedangkan perusahaan software bisa menawarkan demo atau template yang memudahkan pekerjaan calon pelanggan.
Intinya bukan membuat fitur gratis hanya demi mengejar traffic. Yang lebih penting adalah menyediakan sesuatu yang benar-benar berguna, relevan dengan bisnis, dan masuk akal untuk dikembangkan serta dipelihara.
Konten Edukatif Membantu Brand Ditemukan Lebih Awal
Selain halaman alat, konten edukatif juga dapat menjadi jalur bagi pengguna untuk menemukan Grammarly. Topik seputar grammar, penulisan, email, dan komunikasi berhubungan dengan masalah yang sering dihadapi orang saat menulis.
Seseorang mungkin belum membutuhkan produk tertentu saat pertama kali mencari informasi. Ia hanya ingin memahami aturan tata bahasa, menyusun email yang lebih baik, atau menghindari kesalahan dalam tulisan. Namun, ketika website yang ditemukannya memberikan jawaban yang bermanfaat, brand tersebut mulai dikenal sebagai sumber yang relevan.
Hal serupa bisa terjadi pada bisnis lain. Perusahaan yang menjual kursi kantor dapat membahas cara memilih kursi ergonomis, perbedaan jenis kursi, dan hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli. Topik seperti ini membantu calon pembeli memahami kebutuhannya sebelum mengambil keputusan.
Namun, menerbitkan artikel sebanyak-banyaknya bukan jaminan keberhasilan. Konten perlu relevan dengan audiens, memberikan informasi yang berguna, dan menawarkan nilai tambah. Google juga menekankan pentingnya konten yang bermanfaat, tepercaya, serta dibuat dengan mengutamakan kebutuhan pengguna.
Sumber: Google Search Central — Creating Helpful, Reliable, People-First Content.
Mengapa Sebagian Halaman Mendatangkan Lebih Banyak Traffic?
Temuan lain dari analisis Ahrefs menunjukkan bahwa sekitar 90,7% estimasi traffic organik Grammarly berasal dari 11,2% halaman yang dianalisis. Artinya, kontribusi setiap halaman terhadap traffic tidak sama.
Hal ini menjadi pengingat bahwa jumlah artikel yang sudah diterbitkan bukan satu-satunya ukuran perkembangan SEO. Ada baiknya melihat halaman mana yang benar-benar memperoleh impressions, klik, dan kunjungan yang relevan. Halaman-halaman tersebut mungkin menjawab kebutuhan yang jelas, memiliki posisi pencarian yang kuat, atau menawarkan fungsi yang dicari banyak orang.
Halaman yang berpotensi dapat dikembangkan dengan memperjelas informasi, memperbarui data, meningkatkan pengalaman pengguna, atau menambahkan tautan ke informasi lanjutan yang relevan. Sementara itu, halaman dengan traffic rendah perlu dinilai berdasarkan tujuannya. Tidak setiap halaman dibuat untuk mendatangkan traffic organik; beberapa memang berfungsi sebagai halaman pendukung pelanggan atau informasi perusahaan.
Apa yang Bisa Dipelajari Bisnis dari Strategi Grammarly?
Bisnis tidak perlu memiliki skala seperti Grammarly untuk mengambil pelajaran dari pendekatan ini. Hal pertama yang perlu dipahami adalah masalah yang dihadapi calon pelanggan sebelum mereka mengenal produk atau layanan yang ditawarkan.
Dari sana, bisnis dapat melihat jenis pencarian yang muncul pada tahap berbeda. Ada orang yang masih mencari penjelasan, ada yang membandingkan beberapa pilihan, dan ada pula yang sudah siap menghubungi penyedia layanan. Setiap kebutuhan mungkin memerlukan halaman yang berbeda: artikel edukatif, halaman perbandingan, halaman produk, atau halaman layanan.
Halaman-halaman tersebut juga perlu saling terhubung. Pembaca yang menemukan artikel sebaiknya dapat melanjutkan ke panduan terkait atau halaman layanan ketika memang relevan. Internal link membantu pengunjung menjelajahi website tanpa harus memaksakan promosi di setiap bagian tulisan.
Setelah konten diterbitkan, performanya perlu dipantau. Google Search Console dapat menunjukkan impressions, klik, CTR, dan posisi pencarian, sedangkan analytics membantu memahami perilaku pengunjung dan tindakan lanjutan yang mereka lakukan. Data ini membantu menentukan halaman mana yang perlu dikembangkan, diperbarui, atau dievaluasi kembali.
Pada akhirnya, strategi SEO yang baik bukan sekadar menghasilkan banyak halaman. Setiap halaman perlu memiliki tujuan yang jelas dan membantu pengunjung menemukan informasi atau solusi yang mereka butuhkan.
SEO Bukan Sekadar Mengejar Traffic
Traffic organik menunjukkan bahwa website dikunjungi melalui hasil pencarian non-iklan. Namun, jumlah kunjungan saja belum cukup untuk menggambarkan keberhasilan SEO. Seribu pengunjung yang benar-benar membutuhkan layanan sebuah bisnis bisa lebih bernilai daripada puluhan ribu pengunjung yang tidak sesuai dengan target pasarnya.
Karena itu, performa SEO perlu dilihat dari beberapa sisi. Impressions dan posisi pencarian membantu menunjukkan visibilitas website. Klik organik menggambarkan jumlah kunjungan dari hasil pencarian. Engagement memberi gambaran tentang interaksi pengunjung, sedangkan leads dan konversi membantu menilai apakah website ikut mendukung tujuan bisnis.
Metrik yang paling penting akan berbeda untuk setiap model bisnis. Perusahaan jasa mungkin lebih memperhatikan permintaan konsultasi dan kualitas leads, sementara toko online akan menilai kontribusi pencarian terhadap transaksi. Hubungan antara traffic dan pendapatan juga tidak selalu langsung, karena calon pelanggan dapat berinteraksi dengan beberapa kanal sebelum mengambil keputusan.
SEO tidak menjamin jumlah penjualan tertentu. Persaingan, kualitas website, produk, harga, dan kepercayaan pelanggan turut memengaruhi hasilnya. Namun, strategi yang tepat dapat membuka lebih banyak peluang agar bisnis ditemukan oleh orang yang sedang mencari solusi yang ditawarkan.
Membangun Peluang Organik Bersama KitaNaikin
Pengalaman Grammarly memperlihatkan bahwa website dapat menjangkau calon pengguna melalui berbagai kebutuhan pencarian, bukan hanya melalui nama brand. Untuk bisnis, langkah awalnya adalah memahami apa yang dicari calon pelanggan, lalu memastikan website memiliki halaman yang menjawab kebutuhan tersebut dengan baik.
KitaNaikin membantu bisnis merencanakan dan mengembangkan SEO melalui riset keyword, analisis kompetitor, optimasi website, dan pengembangan konten yang relevan dengan audiens. Tujuannya bukan hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga memperbesar peluang agar website ditemukan oleh calon pelanggan yang sesuai.
Jika ingin memahami pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, pelajari layanan National SEO, Local SEO, atau lihat harga layanan SEO.